Gamer mana yang
tidak mengenal nama besar Modern Warfare dan Battlefield saat ini? Kedua
franchise game first person shooter ini memang termasuk salah satu yang
terbaik di industri game. Walaupun mengusung sistem permainan yang
serupa dari setiap kelanjutan seri, pengalaman yang dihadirkan selalu
tampil lebih mengagumkan. Alasan utamanya ada di balik balutan plot dan
dramatisasi yang semakin mumpuni. Tidak heran jika banyak kompetitor
yang berusaha mengekor kesuksesan ini. Bagi industri game, ini adalah
awal fenomena untuk memuat perperangan sebagai konten utama.
Dari berbagai judul game yang sempat dirilis di jagat game, beberapa di
antaranya berhasil mengangkat event dan pertempuran dunia nyata sebagai
plot yang menjual. Perang Dunia I dan II menjadi tema yang paling sering
hadir. Skala perang masif, kehancuran total, persenjataan berat, drama
dan tragedi kemanusiaan, serta berbagai cerita heroik yang lahir
menjadikan perang-perang ini berpotensial untuk terus dieksploitasi.
Namun sayangnya, sebagian besar game hanya memalingkan kiblat cerita ke
perang di daratan Eropa. Padahal, banyak perang lain di belahan dunia
lain yang tak kalah dramatis. Salah satunya adalah Indonesia.
Bagi kita yang pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia tentu
memahami bagaimana pejuang di masa lalu benar-benar berdedikasi
membangun dan mempertahankan negara ini. Semua ego kesukuan, agama, dan
ras seolah runtuh di bawah satu payung Merah-Putih. Indonesia adalah
sesuatu yang mutlak, bereksistensi lebih tinggi daripada sekadar
kepentingan pribadi. Begitu banyak nyawa hilang, darah menjelma menjadi
sungai, dan kemiskinan menjadi pil pahit yang terus ditelan tanpa
tertahan. Untuk apakah ini semua? Sebuah daratan dan laut yang
terbentang dari Sabang hingga Merauke, untuk Ibu Pertiwi yang kita
cintai: Indonesia.
Jalan untuk mencapai itu bukanlah sesuatu yang sederhana. Kita menjalani
perang besar selama lebih dari 3 abad untuk mencapai sebuah negara dan
puluhan tahun setelahnya untuk mempertahankan sebuah eksistensi yang
masih muda. Perang untuk mencapai kemerdekaan dan perang untuk
mempertahankan kemerdekaan menjadi peristiwa terpenting bagi bangsa
Indonesia, dan bagi kita – generasi muda yang mengecapnya dengan mudah.
Dari begitu banyak perang besar yang terjadi di Indonesia, harus diakui
beberapa di antaranya benar-benar tampil begitu epik dan dramatis. Semua
cerita dan tindakan heroik tersebut seolah menjadi bumbu yang tepat
untuk menghasilkan sebuah video game yang berkualitas, dari berbagai
genre yang mungkin dihasilkan. Perang-perang ini pasti akan menghasilkan
sensasi pengalaman bermain yang intens dan memancing emosi yang
bergejolak
1. Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (Surabaya)
Gencatan
senjata antara tentara Indonesia dan pihak Sekutu justru berbuntut ke
insiden Jembatan Merah. BrigJen Mallaby yang kala itu berpapasan dengan
milisi Indonesia terlibat baku tembak karena kesalahpahaman semata.
Kematian Mallaby memicu kemarahan tentara Sekutu. MayJen Robert Mansergh
yang menggantikan Mallaby lantas mengeluarkan ultimatum 10 November
1945 yang meminta pihak Indonesia untuk menyerahkan semua persenjataan
dan mengibarkan bendera putih. Tidak diindahkan, salah satu perang
paling destruktif di Indonesiapun tak terelakkan. Inggris mengerahkan
30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang untuk
mengepung Surabaya. Arek-arek Surabaya tak mengenal kata menyerah.
Dengan perlengkapan seadanya, mereka memutuskan untuk memberi
perlawanan. 6.000 rakyat Indonesia tewas dan 200.000 lainnya harus
mengungsi. Peristiwa Surabaya lantas menjadi pemicu upaya pertahanan
kemerdekaan di wilayah lain.
Konsep Game
Akan menjadi sebuah game yang keren jika Anda berperan sebagai salah
satu rakyat sipil Surabaya yang patriotik. Dimulai dari mendengarkan
pidato Bung Tomo yang berapi-api, plot game memosisikan Anda dalam satu
dari puluhan ribu rakyat Surabaya yang berperang. Skala perang kota yang
besar memaksa Anda untuk memutar otak dan menghalalkan segala cara
untuk mengalahkan pasukan Sekutu yang lebih modern dalam persenjataan.
Di sekeliling Anda akan ada begitu banyak mayat dan darah, serta
reruntuhan kota. Endingnya? Saya lebih memilih sebuah happy ending, di
mana Anda akhirnya berhasil menemukan cara untuk lari dari kota Surabaya
setelah melakukan semua upaya perlawanan yang bisa dilakukan.
Sekian adalah 10 perang Indonesia yang menurut saya pribadi pantas untuk
dijadikan dasar sebuah video game. Sebagian besar perang yang
dituliskan memang berasal dari masa setelah kemerdekaan. Mengapa? Karena
Indonesia bergerak dalam sebuah kesatuan bangsa dengan persenjataan
modern yang cukup kuat untuk melawan balik. Sementara perang sebelum
kemerdekaan lebih berfokus kepada kesukuan dan minim persenjataan
sehingga sulit dibayangkan untuk dihadirkan dalam sebuah konsep video
game.
Jangan ragu untuk berbagi informasi dan pengetahuan jika Anda merasa
bahwa ada beberapa perang yang sepantasnya masuk ke dalam list. Namun,
saya cukup berharap Anda menyertakan konsep game yang bisa dihadirkan
dengan mengambil setting yang Anda sebutkan sendiri. Siapa tahu saja,
seperti harapan saya dan sebagian besar masyarakat Indonesia pada
umumnya, akan ada developer Indonesia yang mampu mewujudkan semua ide
ini. Mengharumkan nama Indonesia lewat video game akan menjadi sebuah
langkah yang manis,
2. Bandung Lautan Api (Bandung)
Ultimatum
Tentara Sekutu kepada Tentara Rakyat Indonesia untuk meninggalkan kota
Bandung memicu salah satu gerakan paling spektakuler di sejarah perang
Indonesia ini. Sadar bahwa kekuatan senjata tidak akan berimbang dan
kekalahan sudah pasti di depan mata, TRI tidak rela jika Sekutu
memanfaatkan Bandung sebagai pusat militer untuk menginvasi wilayah yang
lain. Berdasarkan hasil musyawarah, sebuah tindakan bumi hangus dipilih
untuk memastikan hal ini tidak terjadi. 200.000 penduduk Bandung
membakar rumah mereka selama kurun waktu 7 jam dan bersama bergerak
mengungsi ke wilayah selatan.
Konsep Game:
Memang sedikit sulit untuk menjadikan Bandung Lautan Api sebagai sebuah
game aktif di mana Anda berperan secara langsung. Namun, menjadikannya
sebagai salah satu cut-scene dan event untuk memperkaya intensitas
pengalaman bermain pasti akan berjalan sempurna. Dari kacamata seorang
rakyat, Anda akan ditugaskan untuk membakar rumah Anda sendiri,
sementara bunyi tembakan terdengar membahana di kejauhan. Sejauh Anda
berlari, langit malam Bandung memerah menyala.
3. Operasi Trikora (Irian Barat)
Operasi
Trikora digelar dengan satu tujuan utama yang sederhana namun jelas
dengan berbagai usaha: merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan
operasi militer untuk menggabungkan Irian Barat dengan Indonesia.
Belanda yang keras kepala dan tidak ingin menyerahkan Irian Barat kepada
Indonesia harus merasakan konsekuensi yang tidak ringan dari
keputusannya tersebut. Berbekal persenjataan berat yang baru saja
didapatkan dari Uni Soviet, sebuah operasi militer besar-besaran
dikerahkan; terbesar yang pernah dilakukan Indonesia sepanjang sejarah.
Konsep Game:
Salah satu hal yang paling memorable dari Operasi Trikora adalah
efektivitas paratroopers yang dikerahkan untuk menginfiltrasi wilayah
Irian Barat secara diam-diam. Anda bisa berperan sebagai pasukan
paratroppers yang diterjunkan di malam hari, menyelesaikan misi-misi
dalam balutan FPS yang epik. Tujuan utama adalah memastikan semua misi
terlaksana dan bergabung dengan pasukan yang menginvasi dari garis
pantai. Trikora juga memiliki potensi yang memungkinkan Anda berperan
sebagai satu dari 16.000 prajurit Amphibi yang dikerahkan TNI AL. Epik?
Pastinya!
4. Serangan Umum 1 Maret 1949 (Yogyakarta)
Indonesia semakin berani ketika perlengkapan senjata dan koordinasi
militernya yang masih muda mulai menunjukkan potensi pertahanan yang
cukup kuat. Belanda yang di kala itu sedang menjajal usaha invasi
keduanya datang seolah tak terbendung. Namun, TNI tidak tinggal diam.
Sebuah rencana serangan disusun untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak
hanya memiliki sebuah kemampuan sebuah negara berdaulat, tetapi juga
eksistensi badan militer. Yogyakarta dipilih sebagai ajang pembuktian.
Selain sebagai ibu kota, Yogyakarta kala itu juga memuat banyak wartawan
asing yang signifikan untuk publisitas dan memperkenalkan Indonesia.
Serangan dimulai saat fajar, berlangsung selama 6 jam, dan berhasil
memukul mundur Belanda.
Konsep Game:
Serangan seperti ini tentu saja akan lebih cocok dengan sentuhan FPS
yang epik. Berperan sebagai salah satu anggota TNI, Anda akan dihadapkan
kepada plot dan gameplay FPS yang umum. Bergerak pelan menuju
Yogyakarta, karakter Anda akan terlibat dalam berbagai pertempuran seru
dan penuh darah. Sensasi dramatisasi hadir ketika Anda perlahan merebut
wilayah satu per satu.
5. Pertempuran Laut Aru (Maluku)
Tidak
diragukan lagi, perang laut paling dramatis yang pernah terjadi di
Indonesia adalah Pertempuran Laut Aru yang merupakan bagian dari operasi
Trikora. Tiga kapal perang tempur Indonesia yang ditugaskan melakukan
operasi penyusupan, RI Matjan Tutul, RI Matjan Kumbang, dan RI Harimau,
harus berhadapan dengan sebuah takdir buruk. Operasi yang seharusnya
berjalan rahasia ini ternyata terendus oleh pihak otoritas Belanda.
Mereka mengirimkan dua kapal jenis destroyer dan pesawat tempur untuk
menenggelamkan ketiga kapal perang Indonesia. Namun, dengan heroiknya,
RI Matjan Tutul memutuskan untuk maju dan mengalihkan perhatian musuh,
memberikan kesempatan kepada dua kapal yang lain untuk melarikan diri.
Komodor Yos Sudarso wafat dalam pertempuran ini.
Konsep Game:
Bayangkan jika Anda berperan sebagai salah satu awak kapal RI Matjan
Kumbang atau RI Harimau. Setelah berjuang setengah mati dengan berbagai
senjata anti-udara untuk melawan pesawat tempur yang terus lalu-lalang,
harapan untuk terus hidup sepertinya menipis. Namun, tiba-tiba suara
Komodor Yos Sudarso membahana, meminta kapal Anda untuk segera melarikan
diri. Dengan gerakan slow motion, Anda melihat RI Matjan Tutul bergerak
menuju gelapnya malam disertai muntahan peluru yang tidak berkesudahan.
Anda hanya bisa menatap dari geladak kapal yang bergerak bertolak dari
arah Yos Sudarso.
6. Operasi Dwikora (Malaysia)
Kecemasan Soekarno bahwa Malaysia dan Kalimantan Utara akan menjadi kaki
tangan kolonial membuat operasi Dwikora dikerahkan. Malaysia yang kala
itu berada di bawah wewenang kekuasaan Inggris diberikan kesempatan
untuk melakukan referendum dan menentukan nasibnya sendiri. Namun,
masyarakat Malaysia saat itu justru mulai menghasilkan sikap
anti-Indonesia dan “meludahi” Tanah Air kita. Soekarno yang marah
memutuskan untuk berperang. Sebuah pidato terkenal, Ganyang Malaysia,
juga diproklamasikan saat itu. Perang agen rahasia, sabotase, dan
militer terbuka dikerahkan. Indonesia harus melawan tiga negara
sekaligus: Malaysia, Inggris, dan Australia.
Konsep Game:
Operasi Dwikora memiliki segudang potensi yang dapat melahirkan sebuah
video game yang berkualitas. Anda dapat memilih sebuah konsep perang
terbuka melawan tiga negara dalam sebuah genre FPS atau TPS juga
sepertinya akan menghasilkan pengalaman yang seru. Namun, saya sendiri
melihat Dwikora sebagai kesempatan untuk memunculkan sebuah game
spionase dan mata-mata yang mumpuni. Berperan sebagai seorang agen
Indonesia di Malaysia!
7. Insiden Hotel Yamato (Surabaya)

Instruksi
Presiden Soekarno pada tanggal 31 Agustus 1945 untuk mengibarkan
bendera Merah Putih di seluruh pelosok Nusantara tidak serta-merta
membuat kedaulatan Indonesia berjaya. Belanda tampaknya tak kehilangan
akal untuk terus menancapkan taringnya di atas Tanah Air. Berkedok
sebuah lembaga kemanusiaan, Intercross, Belanda melakukan
langkah-langkah politik dan berunding dengan pihak Jepang di Hotel
Yamato. Pada tanggal 18 September 1945, sekelompok orang Belanda W.V. Ch
Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) di atas hotel
tersebut. Tentu saja ini memicu kemarahan besar rakyat Surabaya. Para
pemuda berkumpul di luar hotel dalam jumlah masif, marah karena
kedaulatan Indonesia yang terinjak. Mereka merangsek paksa, masuk ke
dalam hotel dan memicu apa yang kita kenal sebagai Insiden Hotel Yamato.
Bagian biru bendera Belanda tersebut dirobek. Bendera yang kini hanya
menyisakan warna merah dan putih dikibarkan kembali dengan disertai
pekik “Merdeka” para pemuda Surabaya.
Konsep Game:
Walaupun konflik yang dihadirkan di insiden ini tidak cukup untuk
menghasilkan sbeuah game perang, insiden Hotel Yamato ini dapat menjadi
cut-scene dan event yang menghasilkan emosi permainan yang lebih intens.
Anda akan merasakan kemarahan dan semangat para pemuda Surabaya untuk
tetap mempertahankan Indoneisa.
8. Perang Gerilya Soedirman
Tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak mengenal sosok kharismatik,
Jenderal Soedirman. Dalam kondisi kesehatan yang bahkan tidak
memungkinkan untuk bergerak sendiri, Jenderal Soedirman tetap memimpin
pergerakan dari atas tandu. Taktik utamanya adalah dengan bergerilya,
menyerang pasukan musuh, dan kemudian bersembunyi. Beliau adalah ahli
strategi yang mumpuni dan sering berhasil menyerang pasukan Belanda dan
Sekutu di titik-titik yang memang berdampak signifikan. Sayangnya,
beliau harus kalah kepada ketidakberdayaan melawan penyakit tuberkolosis
yang semakin parah.
Konsep Game: Anda bisa memerankan salah satu ajudan Jenderal Soedirman
yang diperintahkan untuk menghancurkan berbagai target secara
bergerilya. Konsep permainan yang dihadirkan bisa first atau third
person shooter, namun dengan elemen stealth yang lebih kental dan
dominan. Sosok Jenderal Soedirman juga dapat dihadirkan untuk berbagai
efek dramatisasi yang menegangkan.
9. Perang Ambarawa (Semarang)
Sekutu
memang tidak pernah berhenti berulah. Kedatangan awal di Semarang untuk
semata mengurus tahanan perang Jepang justru berbuntut menjadi
kekacauan. Rakyat marah ketika melihat para tahanan yang sebagian besar
merupakan eks-tentara Belanda tersebut justru dipersenjatai. Serangan
dilancarkan oleh Tentara Keamanan Rakyat yang berhasil memukul mundur
pasukan Sekutu hingga mereka terpaksa bertahan di kompleks gereja.
Tanggal 12 Desember 1945, kesatuan-kesatuan TKR datang untuk menyerang
dan memulai perang selama 1,5 jam. Melalui strategi flanking, Indonesia
berhasil merebut Ambarawa dan memukul mundur Sekutu.
Konsep Game:
Jika biasannya konsep perang lebih dominan di genre third atau first
person shooter, Perang Ambarawa ini sepertinya lebih cocok jika
dijadikan sebuah game Real Time Strategy. Dengan begitu banyak kesatuan
TKR yang ikut berperan dan strategi perang yang dimaksimalkan untuk
mencapai kemenangan, konsep permainan layaknya Company of Heroes
tampaknya akan menghasilkan sebuah game yang berkualitas.
10. Puputan Margarana (Bali)

Bagi
Anda yang belum mengenal sejarah Bali sebelumnya, Puputan mungkin
tampil sebagai sebuah konsep yang masih asing terdengar. Namun, bagi
yang pernah mempelajarinya, Puputan merupakan tindakan paling patriotik
yang ada dalam sejarah Indonesia. Puputan adalah tradisi masyarakat Bali
untuk memberikan perlawanan terhadap siapa pun agresor yang berani
menyentuh Tanah Air hingga titik darah penghabisan. Tidak ada kata
mundur, tidak ada kata menyerah. Salah satu perang puputan paling
dramatis adalah Puputan Margarana yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai.
Dalam usaha mempertahankan desa Marga dari serangan NICA, Ngurah Rai
yang berhasil merampas senjata api dari tentara Belanda berkomitmen
untuk mengobarkan perang perlawanan hingga titik darah penghabisan.
Tentara Belanda yang sempat kewalahan dan kalah terpaksa meminta bantuan
sebagian besar pasukannya di Bali dan pesawat pengebom dari Makassar
untuk membasmi perlawanan ini. 96 orang tewas, termasuk I Gusti Ngurah
Rai. Dari pihak Belanda? Kurang lebih 400 orang tewas.
Konsep Game:
Bayangkan jika Anda menggunakan salah satu dari 96 petarung puputan ini.
Perang akan didesain begitu destruktif dengan hadirnya ratusan pasukan
Belanda di depan mata. Desain game dapat dihadirkan dalam bentuk first
atau third person shooter. Adegan dramatisasi akan diperkaya ketika
Belanda mulai mengerahkan pesawat pengebom. Ending mungkin akan menjadi
nilai jual terhebat. Bertarung hingga titik darah penghabisan, dengan
penuh darah dan tetap bertahan untuk membunuh pasukan Belanda
sebanyak-banyaknya. Adegan slow motion dan cut-scene dengan pandangan
kabur akan menciptakan pengalaman yang lebih mantap.
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
sumber